BENGKALIS — Upaya menanamkan kesadaran menjaga kelestarian alam sejak usia dini digelar di SDN 11 Bengkalis melalui kegiatan edukasi interaktif bertajuk “Our Living Earth”. Acara ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara organisasi lingkungan SEMESTA dan Generasi Baru Indonesia (GenBI) Komisariat Politeknik Negeri Bengkalis (Polbeng).
Sebelum memasuki rangkaian kegiatan utama, acara diawali dengan senam sehat bersama di lapangan sekolah yang diikuti secara antusias oleh seluruh siswa dan siswi. Usai menyegarkan tubuh melalui senam pagi, acara dibuka secara resmi melalui sambutan pihak kepala sekolah, dilanjutkan dengan pengenalan profil serta tujuan program oleh tim SEMESTA dan rekan-rekan GenBI Polbeng. Para peserta kemudian dibagi ke dalam dua kelompok kegiatan sesuai jenjang kelas dengan pendekatan edukasi yang kreatif dan menyenangkan.
Kelas Edukasi Kreatif: “Eco-Story”
Materi yang dikemas dalam sesi Eco-Story yang mengajak anak-anak berperan sebagai penulis cerita sekaligus “Pahlawan Penjaga Bumi”. Suasana kelas dihidupkan lewat permainan Biodiversity Bingo, di mana siswa saling berinteraksi mengenal keanekaragaman hayati di sekitar mereka.

Tim edukator kemudian memaparkan berbagai isu lingkungan—seperti kebakaran hutan, pencemaran sungai, sampah laut, hingga kerusakan ekosistem mangrove—dengan bahasa yang sederhana dan berfokus pada solusi positif. Melalui media “Kotak Misteri Alam”, setiap siswa mendapatkan kartu pemantik untuk menyusun cerita pendek bergambar (storyboard) empat babak yang memuat tokoh, permasalahan lingkungan, solusi penyelamatan, hingga pesan moral bagi Bumi. Karya tersebut kemudian dipresentasikan secara berkelompok dalam sesi Story Exchange untuk melatih rasa percaya diri serta apresiasi terhadap ide teman sebaya.

Eksperimen Sains dan Solusi Iklim: Sosialisasi Pemanasan Global untuk Pelajar
Sementara itu, siswa/i mengikuti sosialisasi bertema “Mengapa Bumi Kita Semakin Panas?”. Sesi ini dibuka dengan permainan gerak dan respons “Tepuk Bumi” sebelum masuk ke pemaparan interaktif mengenai pemanasan global dan efek rumah kaca.
Agar konsep sains lebih mudah dipahami, fasilitator menggelar dua simulasi praktik langsung:
• Simulasi “Bumi Pakai Selimut”: Memperagakan bagaimana peningkatan konsentrasi gas rumah kaca menahan panas berlebih di atmosfer menggunakan lapisan plastik secara bertahap.
• Eksperimen Mini “Bumi dalam Botol”: Mengajak siswa mengamati perbedaan suhu pada dua botol transparan menggunakan termometer—satu botol tertutup plastik dan satu botol terbuka—di bawah paparan sinar matahari untuk melihat langsung dampak perubahan kondisi lingkungan terhadap kenaikan suhu.
• Diskusi “Eco Challenge”: Siswa dibagi dalam kelompok untuk memecahkan studi kasus masalah sehari-hari di lingkungan sekolah dan rumah, seperti penumpukan sampah plastik, pemborosan listrik dan air, berkurangnya pepohonan, hingga kebiasaan membakar sampah.
Komitmen Nyata Melalui “Pohon Janji Bumi”

Sebagai puncak acara seluruh siswa menuliskan satu komitmen aksi nyata yang akan mereka terapkan sehari-hari—seperti membawa botol minum sendiri, menghemat energi, membuang sampah pada tempatnya, hingga merawat tanaman—pada secarik kertas berbentuk daun.
Kertas-kertas komitmen tersebut ditempelkan bersama pada poster besar bertajuk “Pohon Janji Bumi” yang dipajang di sekolah sebagai pengingat kolektif. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi kuis refleksi, foto bersama, serta seruan kompak dari seluruh peserta: “Bumi adalah rumah kita. Menjaganya adalah tanggung jawab kita!”
