BENGKALIS — Komitmen membangun kesadaran lingkungan sejak usia dini terus diperkuat melalui kolaborasi antara Semesta dan SDN 11 Kelapapati Bengkalis. Hal itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua pihak yang berlangsung sebagai langkah awal penerapan pendidikan lingkungan berbasis internasional di lingkungan sekolah dasar.
Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Ketua Semesta, Seno Sutrisno, A.Md, bersama Kepala Sekolah SDN 11 Kelapapati Bengkalis, Wira Hadi, S.Pd., M.M. Dalam kerja sama tersebut, SDN 11 Bengkalis ditetapkan sebagai pilot project atau sekolah percontohan implementasi Modul Lingkungan yang diadaptasi dari materi pelatihan ESD Leaders di Kota Ube, Jepang.
Program kerja sama ini akan berlangsung selama tiga tahun, terhitung mulai 2 Februari 2026 hingga 2 Februari 2029. Kehadiran program tersebut diharapkan mampu menjadi model replikasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Bengkalis dalam membangun budaya peduli lingkungan di kalangan pelajar.
Ketua Semesta, Seno Sutrisno, A.Md, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran teori, tetapi juga menanamkan pengalaman langsung kepada siswa dalam memahami pengelolaan lingkungan dan sampah secara berkelanjutan.
“SDN 11 Bengkalis dipilih sebagai sekolah percontohan karena memiliki komitmen kuat dalam pengembangan pendidikan lingkungan. Harapannya, modul ini dapat diterapkan secara nyata dan menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut pasca penandatanganan MoU, project terdekat yang akan dilaksanakan ialah kegiatan Field Trip to TPA Bantan pada 23 Mei 2026. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 30 siswa SDN 11 Bengkalis akan mengikuti kunjungan edukatif ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantan dengan berkolaborasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Bengkalis.
Melalui kegiatan lapangan itu, para siswa diharapkan dapat memahami proses pengelolaan sampah secara langsung sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.
Kerja sama antara Semesta dan SDN 11 Bengkalis ini menjadi langkah nyata dalam mendorong pendidikan berbasis pembangunan berkelanjutan atau Education for Sustainable Development (ESD) di Kabupaten Bengkalis, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai pusat pembentukan karakter peduli lingkungan bagi generasi muda.
